
Dalam kegiatan drill and blast di pertambangan, keberhasilan peledakan tidak hanya dipengaruhi oleh pengeboran dan sistem peledakan yang digunakan. Kondisi lubang ledak serta kemampuan sistem untuk mengendalikan energi selama proses blasting juga memiliki peranan penting. Salah satu bagian yang berkaitan dengan hal tersebut adalah stemming.
Stemming merupakan bagian dari desain peledakan yang digunakan untuk membantu menahan gas dan energi di dalam blast hole agar energi dapat bekerja pada massa batuan secara lebih efektif. Jika stemming tidak direncanakan dengan baik, energi dapat lebih mudah terlepas melalui bagian atas lubang dan meningkatkan risiko seperti flyrock maupun airblast. Penelitian Bureau of Mines/NIOSH juga mencatat bahwa stemming yang tidak memadai merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan kecelakaan flyrock pada kegiatan peledakan tambang permukaan.
Lantas, apa itu stemming pada peledakan tambang, apa fungsinya, dan mengapa bagian ini penting dalam desain blasting?
Apa Itu Stemming dalam Peledakan Tambang?
Secara sederhana, stemming adalah material inert yang ditempatkan pada bagian tertentu dari lubang ledak untuk membantu memberikan confinement atau penahanan terhadap energi dan gas hasil peledakan.
Dalam sebuah blast hole terdapat beberapa zona dengan fungsi berbeda sesuai desain peledakan. Stemming berfungsi sebagai bagian penutup yang membantu mencegah energi terlalu cepat keluar melalui lubang sebelum energi tersebut melakukan pekerjaan terhadap massa batuan.
Karena itu, stemming bukan sekadar material yang digunakan untuk “menutup lubang”. Kinerjanya berkaitan dengan bagaimana energi peledakan dikendalikan dan diarahkan dalam desain blasting.
Penelitian Bureau of Mines mengenai stemming menunjukkan bahwa jenis maupun kondisi stemming dapat memengaruhi gerakan stemming serta kemampuan sistem dalam menahan gas panas selama proses peledakan.
Apa Fungsi Stemming pada Peledakan?
Salah satu fungsi utama stemming adalah membantu mempertahankan confinement di dalam blast hole.
Ketika proses peledakan berlangsung, terbentuk tekanan dan gas dalam waktu sangat singkat. Stemming membantu membatasi pelepasan energi secara langsung melalui bagian terbuka dari lubang sehingga lebih banyak energi dapat berinteraksi dengan massa batuan.
Kondisi tersebut berkaitan dengan beberapa aspek penting pada blasting.
1. Membantu Mengendalikan Energi Peledakan
Energi blasting idealnya dimanfaatkan untuk menghasilkan respons pada massa batuan sesuai target desain. Apabila gas hasil peledakan terlalu mudah keluar melalui lubang, pemanfaatan energi dapat menjadi kurang optimal.
Stemming membantu menciptakan tahanan sehingga energi tidak langsung keluar dari blast hole. Inilah alasan mengapa kualitas stemming menjadi salah satu variabel yang diperhatikan ketika melakukan evaluasi hasil peledakan.
2. Mendukung Fragmentasi Batuan
Fragmentasi merupakan salah satu hasil penting dari operasi blasting karena ukuran material setelah peledakan akan memengaruhi proses berikutnya, seperti penggalian, loading, hauling, hingga crushing.
Stemming yang menjadi bagian dari sistem confinement dapat turut mendukung penggunaan energi peledakan terhadap massa batuan.
3. Membantu Mengendalikan Flyrock
Flyrock merupakan material batuan yang terlontar keluar dari area peledakan dan menjadi salah satu risiko penting dalam kegiatan blasting.
Karena itu, stemming merupakan bagian yang perlu diperhitungkan dalam desain keselamatan blasting, bukan hanya untuk memperoleh hasil fragmentasi.
Tentunya pengendalian flyrock membutuhkan pendekatan yang lebih luas, termasuk desain peledakan, kondisi geologi, pengukuran blast hole, pengendalian area, dan pelaksanaan oleh tenaga yang kompeten.
4. Membantu Mengendalikan Airblast
Selain flyrock, salah satu efek peledakan yang perlu dikendalikan adalah airblast atau tekanan udara akibat blasting.
Riset Bureau of Mines menunjukkan bahwa jumlah dan jenis stemming termasuk variabel yang dapat memengaruhi tingkat overpressure atau airblast dari kegiatan peledakan permukaan.
Dengan demikian, kondisi stemming menjadi salah satu bagian dari keseluruhan desain yang perlu diperhatikan untuk mengendalikan dampak blasting terhadap area di sekitar lokasi pekerjaan.
Material Apa yang Digunakan untuk Stemming?
Stemming pada dasarnya menggunakan material non-eksplosif atau inert yang dipilih sesuai desain dan kondisi operasi.
Pemilihannya tidak sebaiknya dilakukan secara sembarangan. Karakter material, kondisi blast hole, geologi, jenis operasi, dan target peledakan dapat memengaruhi kebutuhan stemming.
Dalam operasi modern juga tersedia perangkat tambahan seperti stemming plug atau retention plug untuk membantu mengendalikan posisi material atau meningkatkan confinement pada konfigurasi tertentu.
Penggunaan perangkat seperti ini tetap harus mengikuti desain peledakan dan dilakukan oleh personel yang memiliki kewenangan serta kompetensi terkait blasting.
Apa Hubungan Stemming dengan Air Deck?
Dalam perkembangan teknologi drill & blast, stemming juga dapat berkaitan dengan konsep air decking.
Air deck menggunakan ruang udara yang didesain pada rancangan pengisian lubang ledak/blast hole pada bagian tertentu dari blast hole. MTi Group mengembangkan BLASTBAG™, yaitu inflatable hole plug yang antara lain dapat digunakan untuk mendukung stemming atau material lain di dalam lubang serta untuk aplikasi air decking dan pengelolaan ruang kosong.
Prima Minechem juga menjelaskan bahwa penggunaan BLASTBAG™ dalam aplikasi air deck ditujukan untuk membantu pengelolaan distribusi energi peledakan, fragmentasi, dan efisiensi operasi drill & blast.
Namun, air deck dan stemming merupakan bagian dari desain teknis peledakan yang perlu dihitung berdasarkan kondisi aktual tambang dan tidak dapat diterapkan dengan konfigurasi yang sama untuk semua lokasi.
Pentingnya Stemming dalam Operasi Drill & Blast
Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa stemming pada peledakan tambang berfungsi lebih dari sekadar menutup blast hole. Stemming membantu menciptakan confinement, mendukung pemanfaatan energi peledakan, dan menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan fragmentasi maupun pengendalian efek seperti flyrock dan airblast.
Karena setiap tambang memiliki kondisi geologi dan kebutuhan operasional yang berbeda, desain stemming perlu menjadi bagian dari perencanaan blasting secara keseluruhan serta ditangani oleh tenaga yang kompeten.
Untuk mendukung kebutuhan optimasi drill & blast, PT Prima Minechem Indonesia menyediakan berbagai aksesori pertambangan dari MTi Group. Prima Minechem merupakan distributor eksklusif MTi di Indonesia, dengan portofolio yang mencakup BLASTBAG™, in-hole accessories, collar protection, blasthole liner, measuring products, serta berbagai perlengkapan pendukung operasi pengeboran dan peledakan.
Dengan pemilihan aksesori dan sistem yang sesuai, operasi tambang dapat mengelola blast hole dan stemming berdasarkan kebutuhan teknis di lapangan. Untuk mengetahui solusi MTi Group yang sesuai dengan aplikasi drill & blast, perusahaan pertambangan dapat berkonsultasi dengan tim Prima Minechem Indonesia.




